Anggaran Dasar Muhammadiyah
Tahun 1946
ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH KETUJUH
TAHUN 1946
Menurut putusan Perundingan Shilaturrahmi (Kongres)
24 - 26 November 1946 di Yogyakarta
ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH
Fasal 1
Persyarikatan ini bernama Muhammadiyah, didirikan pada 8 Dzulhijjah 1330 H atau 18 November 1912 dan berpusat di Yogyakarta.
Fasal 2
Maksud Persyarikatan ini akan menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam, sehingga dapat mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Fasal 3
Persyarikatan ini hendak mencapai maksudnya dengan:
Mengadakan da'wah Islam;
Memajukan pendidikan dan pengajaran;
Menolong kesengsaraan;
Mendirikan dan memelihara tempat-tempat `ibadah dan wakaf;
Mendidik dan mengasuh anak-anak dan pemuda-pemuda supaya kelaknya menjadi orang Islam yang berarti;
Memperbuahkan kecerdasan dan kecakapan dalam kehidupan masya-rakat; dan
Usaha-usaha lain yang tidak menyalahi Anggaran Dasar ini.
Fasal 4
Yang boleh diterima menjadi anggota ialah orang Islam, laki-laki dan perempuan.
Fasal 5
Pimpinan dan jalannya Persyarikatan ini ada di tangan Peng- urus Besar yang terdiri dari sedikitnya 9 orang, terpilih daripada dan oleh anggota-anggota Persyarikatan dan ditetapkan oleh Mu'tamar dengan suara yang terbanyak.
Pengurus Besar boleh menambah anggotanya menurut keperluan, terutama melengkapi yang lowong.
Lamanya menjadi Pengurus Besar 3 tahun, lalu berhenti bersama-sama, tetapi boleh dipilih lagi, begitu juga pengurus tambahan dan yang melengkapi lowongan.
Cara pemilihan dan penetapan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
Fasal 6
Di tempat yang ada anggota lebih dari 10 orang, boleh didi-rikan Cabang Persyarikatan ini oleh Pengurus Besar.
Pengurus Cabang terpilih daripada dan oleh anggota-anggota yang ada di tempat itu dan ketetapannya dalam rapat anggota Cabang itu; banyak, tambahan dan lamanya seperti halnya Pengurus Besar.
Di tempat yang ada anggota lebih dari 5 orang, boleh didirikan Ranting Persyarikatan ini oleh Cabang.
Pengurus Ranting terpilih daripada dan oleh anggota-anggota di tempat itu, dan ketetapannya dalam rapat anggota Ranting itu; banyak, tambahan dan lamanya adalah terserah kepada Cabang.
Fasal 7
Tiap-tiap tahun Pengurus Besar mengadakan Mu'tamar.
Untuk mengambil keputusan atas sesuatu perkara dalam Mu'tamar itu harus didasarkan suara yang terbanyak, dan mempunyai kekuatan sebelum dibatalkan oleh Mu'tamar yang kemudian.
Fasal 8
Uang Persyarikatan diperoleh dari:
Iyuran dan sokongan;
Zakat dan derma;
Harta pusaka dan wasiat;
Hasil yang diperoleh daripada hak milik Persyarikatan; dan
Lain-lain yang halal.
Fasal 9
Anggaran Rumah Tangga ditetapkan oleh Pengurus Besar dan disahkan oleh Mu'tamar.
Pengurus Besar mewakili segala hal-ihwal Persyarikatan di luar dan di dalam pengadilan serta boleh mengadakan wakilnya untuk sesuatu perkara atau di salah satu tempat.
Segala hal-ihwal Cabang atau Ranting yang tidak disahkan oleh Pengurus Besar adalah menjadi tanggungan Cabang atau Ranting itu sendiri.
Fasal 10
Untuk mengubah Anggaran Dasar ini harus dalam Mu'tamar pada waktu pergantian Pengurus Besar, dan dianggap sah kalau keputusannya dengan suara sedikitnya dua-pertiga jumlah anggota yang hadir pada waktu itu dan berhak memutuskan serta datangnya itu memang diundang untuk membicarakan hal perubahan Anggaran Dasar itu.
Pembubaran Persyarikatan itu hanya dapat dilakukan oleh keputusan Mu'tamar yang khusus untuk membicarakan hal itu dan disetujui oleh sedikitnya tiga-perempat dari anggota Mu'tamar yang berhak suara dan hadir pada waktu itu.
Segala hak milik Persyarikatan menjadi hak milik wakaf-wakaf dan masjid-masjid yang akan ditentukan oleh Mu'tamar yang memutuskan pembubaran itu.