Muhammadiyah

Aisyiyah

Pemuda Muhammadiyah

Nasyiatul

Aisyiyah

Ikatan

Mahasiswa

Muhammadiyah

Ikatan

Remaja

Muhammadiyah

Tapak

Suci

Hizbul Wathan

Halaman Utama

 

Kontak Kami

 

Organisasi

Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur

Strukur Organiasi PWM
Organisasi Otonom
Pimpinan Daerah

 

Majelis - majelis:
Tarjih & Tajdid

Tabligh & Dakwah Khusus

Pendidikan Dasar & Menengah

Pembina Kader

Kesehatan & Kesejahteraan Masyarakat

Pemberdayaan Masyarakat & Lingkungan Hidup

Waqaf, Zakat, Infaq & Shadaqah

Ekonomi & Kewirausahaan

 
Lembaga - lembaga:
Hikmah & Kebijakan Publik
Seni Budaya
Pustaka & Informasi
Penegakan Supremasi Hukum & Hak Asasi Manusia
Pembina & Pengawas Keuangan

 

Organisasi Otonom:
Aisyiyah
Pemuda Muhammadiyah
Nasyiatul Aisyiyah
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Ikatan Remaja Muhammadiyah
Tapak Suci
Hizbul Wathan

 

AD / ART 
Anggaran Dasar

Anggaran Rumah Tangga

 

AD / ART Lama
AD Tahun 1912
AD Tahun 1914
AD Tahun 1921
AD Tahun 1922
AD Tahun 1933
AD Tahun 1934
AD Tahun 1941
AD Tahun 1943
AD Tahun 1946
AD Tahun 1950
AD Tahun 1985
ART Tahun 1987

 

Download Links

 

 

 

Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah

Jawa Timur

 

Ketua                   : Lely Ika Mariyati SPsi

Wakil Ketua I        : Nur ‘Ainy SPd

Wakil ketua II        : Roisya Rosidiana SSi

Sekretaris             : Nur Hidayah SPd MKes

Wakil Sekretaris    : Nurul Fajriyah

Bendahara            : Mas’ad S.A Fachir SKom MMT

Wakil Bendahara   : Fuadah SPd

 

Departemen Kader                                               Departemen Komunikasi Informasi

Ketua              : Yulfa Mardliana SAg                       Ketua               : Nida’ur Rohmah I SPd

Sekretaris        : Farida                                           Sekretaris         : Ria Eka Lestari

Anggota          : Mahtumatul Fauziyah                      Anggota           : Laili Fitriya Wati SE

 

Departemen Da’wah                                            Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Ketua                : Luklu’ul Islamiyati SPd                 Ketua               : Nur Habibah SPd

Sekretaris          : Ria Pusvitasari                            Sekretaris         : Tazkiyatun Nafsi El Hawa SS

Anggota             : Lilis Rosidah SAg                       Anggota            : Siti Nadhifah SPd

                           Mufidah                                                                Rosyidah Zuhroh

                                                                                                      Evi Yuliatin SPd

Departemen Sosial Ekonomi

Ketua               : Fakhrudiana Ermawati F SPsi        Lembaga Pengkajian dan Pengembangan

Sekretaris         : dr Zuhrotul Mar’ah L SKed             Ketua               : Nur Laila

Anggota            : Irfin Rifi’yah SH                            Sekretaris         : Sylvia Andriani

                        : Mu’minatun                                 Anggota            : Siti Azizah

                          Farida SH

 

 Riwayat Berdirinya Nasyiatul Aisyiyah

Berdirinya Nasyiatul Aisyiyah bermula dengan adanya ide Somodirdjo dalam usahanya untuk memajukan Muhammadiyah, ia telah menyadari bahwa tanpa adanya peningkatan mutu ilmu pengetahuan yang diajarkan kepada para muridnya menyebabkan perjuangan Muhammadiyah terhambat.  Oleh karena itu ia selalu berusaha untuk meningkatkan mutu ilmu pengetahuan para muridnya baik dalam bidaing spiritual, intelektual maupun jasmaninya.  

 

Pada mulanya ia telah mengarahkan para muridnya untuk memikirkan sejauh mana ilmu pengetahuan yang telah diserap selama belajar di Standart School Muhammadiyah dapat diwujudkan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat.  Didepan kelas ia menyatakan bahwa setiap umat manusia mempunyai dua kewajiban yaitu kewajiban terhadap Allah dan kewajiban terhadap sesama manusia.  Didalam melaksanakan kewajiban terhadap Allah ummat manusia wajib menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannva. sedangkan untuk melaksanakan kewajiban terhadap manusia ummat manusia wajib menyumbangkan pikiran, tenaga dan harta bendanya dalam batas-batas tertentu demi kepentingan bersama.  Selanjutnya ia mengajak kepada para muridnya untuk selalu mengamalkan ilmu pengetahuan, tenaga dan harta bendanya dalam masyarakat, untuk mempertanggungjawabkan kewajibannya sebagai ummat manusia yang hidup di dunia kepada Tuhan. Ide Somodirdjo untuk menambah pelajaran praktek kepada para muridnya itu, dituangkan dalam pelaksanaan untuk membentuk wadah dimana putra-putri Muhammadiyah mengadakan kegiatan

Dengan bantuan R H. Hadjid seorang kepala guru agama di Standart School Muhammadiyah, maka pada tahun 1919 Somodirdjo berhasil mendirikan perkumpulan yang anggotanya terdiri dari para remaja putra-putri Standart School Muhammadiyah.  Perkumpulan tersebut diberi nama Siswa Praja (SP).  

 

Tujuan dibentuknya Siswa Praja adalah:

1.   Menanamkan rasa persatuan,

2.   Memperbaiki;

3.   Memperdalam agama;

 

Siswa Praja mempunyai ranting-ranting di sekolah sekolah Muhammadiyah yang ada, yaitu: Suronatan, Karangkajen

Bausasran, dan Kotagede.  Seminggu sekali anggota Siswa Praja Pusat memberi tuntunan ke ranting-ranting. Setelah lima

bulan diadakan pemisahan, antara anggota laki-laki dan perempuan.  Pimpinan Siswa Praja Wanita diserahkan kepada Siti

Wasilah sebagai Ketua, Umayah Wakil Ketua, Siti Juhainah Penulis, dan Siti Zuhriyah Bendahara. Tempat mengadakan

kegiatan Siswa Praja Wanita di rumah Haji Irsyad (Mushola Aisyiyah Kauman Yogyakarta sekarang).  Kegiatan Siswa Praja

Wanita adalah pengajian, berpidato, jama'ah subuh membunyikan kentongan untuk membangunkan ummat Islam Kauman agar

menjalankan kewajibannya yaitu shalat subuh, mengadakan peringatan hari-hari besar Islam dan kegiatan keputrian.

Lima bulan kemudian Siti Wasilah mengundurkan diri dan diadakan perubahan susunan pengurus pirnpinan Ketua: Siti Umayah, Wakil Ketua: Siti Zuhriyah, Penulis Siti Djuhainah Bendahara: Siti Zaidiyah.  Pada periode ini mulai diadakan klasifikasi

1. Thalabus Saadah tiap malam jum'at untuk anak-anak berumur 15 tahun keatas.

2. Tajmilul akhlak, tiap jum'at sore untuk anak-anak yang berumur 10-15 tahun

3. Dirasatul Bannat pengajian sesudah maghrib untuk anak-anak Dasar.

4. Jamiatul Athfal dua kali seminggu untuk anak-anak yang berumur 7-10 tahun.

5.Tiap satu bulan, pada hari jum'at terakhir diadakan tamasya keluar kota. 

 

Meskipun Siswa Praja Wanita berhasil didirikan pada tahun 1919, namun pengurusnya mengalami hambatan didalam memajukan kegiatan.  Hambatan ini pada umumnya berasal dari orang tua murid itu sendiri.  Mereka melarang, putra-putrinya mengikuti kegiatan diluar jam sekolah karena mereka sering lupa akan tugas rumah vang harus dikerjakan Namun Berkat kesabaran dan ketekunan pengurus dalam memberikan pengertian kepada para orang tua, akhirnya mereka mengerti dan merasakan manfaat dari adanya perkumpulan Siswa Praja Wanita.  Bahkan anak-anak yang mengikuti SPW semakin banyak memiliki ketrampilan ketrampilan praktis yang sangat berguna dikelak kemudian hari.

>> Selanjutnya